Jabar Selatan dikepung banjir dan longsor

Longsor

    Hujan yang turun sejak Jumat hingga Sabtu petang, menyebabkan beberapa kota-kabupaten di Jawa Barat bagian selatan terendam banjir dan longsor. Daerah tersebut mulai dari kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Garut, Kabupaten Tasik, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangandaran.
Juru bicara Basarnas Jawa Barat Joshua Banjarnahor mengatakan, sedikitnya enam kabupaten di wilayah Jawa Barat bagian selatan mengalami bencana banjir dan longsor.
kabupaten sumedangBanjir kembali menggenangi kawasan pabrik tekstril terbesar di Asia Tenggara, Kahatex. Akibatnya, antrean kendaraan terjadi di dua arah yang menuju Garut dan Bandung. Begitu pun sebaliknya, mengalami kemacetan total.
GarutSebuah longsor terjadi di wilayah Desa Sancang kecamatan Cibalong. Tebing setinggi 10 meter, mengalami longsor. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun akses jalan menuju desa terhambat.
Kabupaten Tasikmalaya

Hujan deras yang turun dari malam hingga pagi mengakibatkan meluapnya sungai Dalemsuba. Akibatnya beberapa rumah warga di kampung Cikareo RT 06 RW 03 Kelurahan Purbaratu Kecamatan Purbaratu terendam banjir dan lumpur. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun arus lalu lintas menuju Tasik bagian selatan terhambat.
Pun demikian jebolnya saluran irigasi aliran sungai Dalemsuba Kampung Cinyompet RT 04 RW 03 Kelurahan Setianagara Kecamatan Cibeureum, menyebabkan kerusakan beberapa kolam dan pesawahan milik warga.

Kabupaten Ciamis

Hujan yang terjadi sejak Jumat petang merobohkan jembatan yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Akibatnya Desa Cikaso, Desa Tanjungsari dan Desa Langkapsari terisolir, sementara jalur akses transportasi warga mesti berputar hingga 10 kilometer akibat bencana runtuhnya jembatan pengubung antar desa itu.

Pangandaran
Kabupaten paling muda di wilayah Jawa Barat bagian selatan mendapatkan bencana banjir dan longsor paling parah. Sedikitnya 15 titik banjir dan 2 titik longsor di beberapa kecamatan merendam Pangandaran hingga Sabtu petang.
Bahkan khusus bencana longsor di Dusun Sangkanbawang RT. 019/ RW 008 Desa Kalijati Kecamatan Sidamulih. Dampak bencana menyebabkan 1 rumah milik Rusman yang berisi 7 jiwa menjadi korban. Bahkan 4 jiwa di antaranya meninggal dunia.
Di tengah masih tingginya intensitas hujan hingga beberapa pekan ke depan, Basarnas mengingatkan seluruh masyarakat di area zona merah bencana seperti tebing tinggi, aliran sungai untuk meningkatkan kewaspadaannya.
"Kalau bisa jauhi tebing tinggi saat hujan, termasuk sungai yang bisa berpotensi meluap sewaktu-waktu," ujar Joshua menambahkan.

sumber:
http://news.liputan6.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keunikan Manusia

Sekilas Ulasan Desa Sukatali